Marina Bay Sand

Haii Sahabat Ranselorange

Lanjut cerita kemarin, hari ke Empat di Singapura kami berencanamengunjungi Marina Bay Sand,Musiem Ar, jembatan Helix dan China Town. Last day kali ini kami ingin benar-benar muter-muter Singapura..Lets start the Journey...

07:00
Kaimi keluar dari hotel dan sarapan di dekat MRT Aljuned, seperti biasa kami tetap menggunakan MRT sebagai tranpotasi andalan. MRT saya turun di stasiun Rafles Place dan keluar lewat Exit B. Berjalanlah ke arah gedung perkantoran, di belakang gedung perkantoran itu anda akan menemui sungai Singapore River.

07:20
Kami menuju lokasi pertama yaitu menuju Marina Bay Sands, kami ingin menuju Marina Bay Sands dengan melewati Singapore River dengan tujuan kami ingin melewati jembatan Helix dan sekaligus menukmati udara yang masih segar disekitar sungai Singapura. Perjalanan dari MRT Aljuned menuju sungai Singapura ditempuh kurang lebih 20 menit. Ketika tiba di tkp udara masih sangat segar dan kabut masih terlihat disela-sela gedung pencakar langit.

Singapore River disaat berkabut


Jembatan Helix
Oh ya di jembatan Helix ini merupakan tempat yang sering digunakan untuk foto prewedd, pemandangan malam hari lebih indah dengan latar belakang gedung Marina Bay Sands. Pada saat kami tiba disini belum terlalu ramai, maklum masih pagi dan bukan weekend serasa Jembatan milik sendiri. Hehehhe
Ranselorange
Jembatan Helix di Malam Hari

Pemandangan lain yang bisa dilihat dari Singapore River adalah Singapore Flyer.

Background Singapore Flyer
Dari sini kami menyusuri jembatan Helix selama 10 menit untuk menuju Marina Bay Sands. Oh ya di depan Marina Bay Sands  ada ArtScience Museum ini merupakan gedung untuk pertunjukan berbagai macam  Seni dan Pengetahuan. Ketika kami disana kebetulan yang sedang berlangsung adalah 1oo Tragedi Titanic. Sambil menunggu kami menggunakan kesempatan untuk melihat pameran Titanic, namun sangat sayang tidak boleh ada kamera ataupun alat rekam lainnya. Hix Hix


Gedung ArtScince Museum


 ArtScience Museum
Setelah menyelesaikan pertunjukan di ArtScience Museum kami segera bergegas ke Marina Bay Sand yang lokasinya tepat didepan museum ini. Marina Bay Sands ini merupak Mall berkelas dimana didalamnya serba lengkap, dari Hotel, Shoping Mall dan Casino. Hal lain yang terkenal dari bangunan di MArina Bay Sands adalah adanya bangunan yang menyerupai Kapal di atapnya dan ini merupakan Hotel Berbintang lima. Didalam hotel ini ada kolam renang yang memiliki keindahan sangat luar biasa, dimana dari pinggir kolam renang kita bisa melihat seluruh kota Singapura. (hehheh tapi kita gak disana ya,,, belum kuat rate nya )....
dailycaller.com
Seperti itulah gambaran dari swiming pool Marina Bay Sands, semoga suatau saat bisa mencicipi berenang disini.

Marina Bay Sands

Suatu keberuntungan lagi ketika kami berkunjung kesini sedang berlangsung pameran kostum dan peralatan dari Filem terkenal yaitu Harry Potter.




Setelah puas mengelilingi Marina Bay Sands dengan berbagai macam merek-merek ternama kami bergegas menuju China Town.

12:00 
Akses menuju Chinatown kami menggunakan MRT kembali, Chinatown ini terletak djalur Norht East Line (Jalur Ungu) dan Downtown Line (Jalur Biru). Saya di China Town membeli gantungan kunci karena harga di Chinatown jauh lebih muarah daripada di Bugis Street.  

China Town


Oh ya ketika kami tiba di China Town Jam menunjukan pukul 13:00 dan bertepatan pada hari Jum'at, beruntung sekali ada sebuah masjid bernama Jamae di daerah China Town. Kami akhirnya memutuskan untuk menuju Masjid terlebih dahulu, sekaligus beristirahat. Masjidnya sangat terawat berdiri diantara pusat perbelanjaan kaki lima, dan disamping masjid ini terdapat rumah makan halal.


Masjid Jamae
Restoran Halal di China Town

Setelah selai solat Jum'at kami melanjutkan perjalanan, sesuai namanya China Town  tentunya bangunannya serasa di negri Panda dan didaerah ini lebih mirip mangga duanya Jakarta. Berbagai macam souvenir, elektronik dan makanan tersedia disini. Jika masih ada waktu luang susuri setiap gang yang ada di China Town, tak begitu jauh ada terdapat kuil tempat beribadah umat Hindu.

Kuil di China Town
Yapppp setelah puas seharian berkeliling kami memutuskan untuk kemabali ke Hotel beristirahat untuk pulang ke Jakarta. See you di cerita selanjutnya....

Salam
Ransel Orange'
Diah& Ivan


Read Users' Comments (0)

Picnic at Singapore Botanic Garden

Haii Sahabat Ranselorange...

Kembali melanjutkan cerita kami sewaktu berkesempatan mengunjungi negeri Singa. Hari ketiga kami berencana untuk mengunjungi kawasan favorite untuk piknik di Singapura, namanya Botanical Garden.
Kami ingin menikmati udara segar dipagi hari, so kami bergegas menuju Botanic Garden pada pukul 06.00 waktu setempat. 

Selalu menggunakan transpotasi andalan kami MRT, dari stasiun Aljuned kami menuju Botanic Gardens MRT Station (CC19/DT9). Singapore Botanic Garden dengan mudah bisa dicapai dengan kendaraan umum, teman-teman juga  bisa memilih  bus umum yang melewati Holland Road atau Bukit Timah Road dan MRT. Bus yang melalui Holland Road: SBS Transit 7, 105, 123, 174 dan SMRT 75, 77, 106. Bus yang melalui Bukit Timah: SBS Transit 48, 66, 151, 153, 154, 156, 170 dan SMRT 67, 171.

Singapore Botanic Garden ini dibuka dari pukul 05.00 - 00.00 dan dengan biaya masuk gratis. Dari beberapa lokasi serupa yang saya kunjungi yang terbaik adalah ini. Bersih,nyaman,terawat danyang paling penting penunjuk arah lokasi-lokasi didalam area sangat mudah dimengerti.


Didalam area ini sangat banyak jenis taman, dari taman khusus berbagai macam Anggrek (Orchid Garden), Cool House (yang berisi tanaman dari pegunungan),taman bambu dan masih banyak lagi.

Gate Singapore Botanic Garden

Area Piknik
Oh ya saya perhatikan diarea piknik ini banyak sekali pekerja dari Indonesia yang sekedar berkumpul dengan sesama pekerja lainnya atau pun sedang berpacaran. hehehhe

mau kemana??
Begitu tiba di dalam sudah disambut dengan Papan penunjuk arah yang tentunya sangat membantu para pengunjung. 

Saung
Saung ini sering dijadikan lokasi untuk pemotretan prewedding, dengan sinar matahari yang masih pagi melewati celah-celah pepohonan yang rindang membuat lokasi ini lebih romantis cocok banget untuk foto prewedd.

Tak jauh dari saung ini ada kolam yang ditengah-tengahnya ada patung Angsa dan diperindah dengan ratusan ikan yang memenuhi kolam-kolam.

Patung Angsa
Kami selanjutnya menuju Orchid Garden, nah untuk masuk ke lokasi ini kita akan dikenakan biaya sekitar $5 per orang. Jangan khawatir karena didalam kita tidak akan merasa rugi, banyak sekali jenis bunga anggrek yang sangat menawan mata.

Orchid Garden


Orchid Garden

Orchid Garden
Setelah puas berfoto ria dan bernarsis-narsisria kami melanjutkan ke Cool Garden, sesuai dengan namanya kebun ini berudara sangat sejuk dan tentunya hal ini bertujuan agar tumbuhan yang didalamnya bisa bertahan hidup. (Lumayan numpang ngadem abis keringetan keliling).

Cool Garden
Tumbuhan yang ada didalam sini merupakan yumbuhan yang biasa hidup dipegunungan yang bersuhu dingin dan lembab, didominasi oleh lumut-lumutan.

Siap-siap pulang.....eh dijalan ketemu pemandangan ini...


 

Tak terasa jam menunjukan pukul 12.00 waktu itu, kami bergegas pulang, eh gak pulang ke hotel si kami berencana mau jalan-jalan ke Lucky plaza untuk membeli coklat. Oh ya saya menyarankan bagi teman-teman yang ingin membeli oleh-oleh cokelat gambar merlion, datanglah ke Lucky Plaza lantai 3 nama tokonya Ramayana. Saya jamin ini harga termurah $10 untuk 3 kotak ukuran besar. Di China Town atau di Bugis Street harganya jauh lebih mahal sekali. Ditoko Ramayana ini penjualnya hanya mengambil point dari barang yang laku dijual, sehingga harganya jauh lebih murah.

Di toko Ramayana ini juga menjual berbagai macam souvenir, seperti kaos berlogo Singapura dan lagi-lagi ini jauh lebih murah dan pastinya kualitasnya jauh dibandingkan di tempat lain (ini si komen tanpa bayaran benar-benar pengalaman saya). Plus enaknya belanja disana pedagangnya amat sangat ramah,dan harga pas jadi teman-teman gak bakal ditipu.

Oh ya dari Botanical Garden menuju Lucky Plaza menggunakan Bis (tapi lupa bisnya) yang jelas banyak ko dari depan Botanical Garden yang mengarah ke Lucky Plaza dan hanya sekitar 5 menit saja. Untuk makan siang  di Lucky Plaza kami memilih ayam penyet RIA, 3 hari di Negeri orang rindu sambal terasi. Lokasi ayam penyet ini agak belakang dan restoran ini sangat ramai, sempet antri sekitar 15 menitan.

Serunya di Lokasi Lucky Plaza ini merupakan daerah "Mall-Mall" banyak deh mall-mall disekitarnya, ditambah dibelakang area ini ada RS terkemuka di Singapura. Pokoknya rame deh disini dari Mall yang serba murah hinga mall yang menjual merek ternama.

Untuk teman-teman yang akan melaksanakan kewajiban solat 5 waktu, disebelah bangunan Lucky Plaza ada sebuah Masjid yang cukup Luas, nyaman dan tentunya sangat bersih.

Yupss hari ke Tiga ditutup dengan wisata belanja,,,tapi ga belanja beneran si cuma window shoping,,,

Sampai ketemu dihari ke Empat ya teman-teman..

Salam
Ranselorange
Diah& Ivan

Read Users' Comments (0)

Sensasi Skyride di Sentosa Island

Haii sahabat Ranselorange,

Masih melanjutkan cerita traveling di negri Singa, pada hari kedua kami berniat plesiran ke Sentosa Island. Kata orang gak afdol kalo ke Singapura gak mampir ke Pulau Sentosa. Ehmm kami memulai perjalanan dari pagi hari. Seperti biasa kami sarapan di Mufiz sebelum memulai petualangan.

Sebenarnya jalur menuju Sentosa Island sangat beragam, namun seperti biasa kami menggunakan kendaraan andalan kami MRT, dari stasiun Aljuned kami menuju Vivo City. Vivo City merupakan Mall  yang menjadi jalur utama ke Sentosa Island. nah akses menuju Vivo City bisa naik MRT jalur ungu atau kuning dan turun di stasiun Harbourfront. Dari stasiun Harbourfront, cari pintu keluar ke arah VivoCity. Setelah tiba di VivoCity naiklah ke lantai3 karna disanalah letak Santosa Express, sempatkan mampir untuk berfoto di  Sky Park ini area taman terbuka yang terletak di lantai ini juga karena pemandangannya indah.

Loket Sentosa Express


Skypark Vico City

Oh ya untuk teman-teman yang senang jalan kaki, dari Vivo City ke Sentosa Island juga bisa dengan berjalan kaki, di broadway sepanjang Vivo City yang pemandangannya tentunya menarik. Lebih disarankan untuk melewati jalan broadway ini disore hari sambil melihat indahnya sunset. 

Perjalanan dari Vivo City menuju Santosa ISland hanya sekitar 5 menit saja. Begitu tiba distasiun Sentosa Express kita langsung berada di pintu masuk. Harga tiket masuk 1 tahun yang lalu sekitar 400-600ribu (maklum sedikit lupa karna sudah 1 tahun yang lalu).




Kami tidak memutuskan untuk masuk ke Universal studio karena kami ingin menjelajah wilayah panyai saja plus mencoba permainan lain seperti Skyride,Luge.

Oh ya untuk teman-teman yang belum mempunyai gambaran bagaimana Sentosa Island kurang lebih seperti Ancol. Berbagai wahana reakreasi  dan hotel berbintang tersedia di Sentosa Island.

Skyride

Woow sensasinya  naik Skyride bener-bener deh seru banget. Sebenernya gak boleh bawa hape atau kamera karna kalo jatuh ya gak akan ada rimba nya, tapi memang dasar narsis tetep aja deh.

Kalo Luge kami benar-benar gak bisa mengabadikan moment, ada si yang motoin tapi bayar males ah, secara harganya lumayan. So kita hanya moto pengunjung lain deh, waktu kami naik sama sekali tak ada moment untuk bisa berfoto.

Luge
Setelah mencoba Luge dan Skyride saat nya merapat ke kereta gantungnya Sentosa Island yaitu Cablecar. Selalu senang deh melihat keindahan alam dari ketinggian, semakin menyadarkan kita betapa kecil dan rendahnya kita dihadapan Sang Khalik.


Cable Car


View from Cable Car

Kami didalamnya

Jika teman-teman memperhatikan pemandangan dari Cable car adalah lokasi titik awal kami menuju Sentosa Island yaitu  Skypark Vivo City. Setelah itu kami mengunjungi musium Kapal-kapal bagus sekali (sayang kamera kami Lowbat). Kami selanjutnya Isoma dan sambil ngeCas baterai kamera.

Setelah agak reda kami menuju pantai Siloso,kami berkeliling Sentosa Island menggunakan Bis yang telah disediakan dan gratis. Kalo gak naik bis ini bisa pegel-pegel lo mengelilingi Sentosa Island. Di area Beach kami menyewa sepedah,jaminannya cukup paspor saja. Dengan dua sepedah kami berkeliling area pantai di Sentosa Island. Ada banyak sih nama pantainya tapi yang kami kunjungi Tanjong dan Siloso Beach.


Tanjong Beach


Siloso Beach

Setelah menikmati udara pantai, kami bergegas untuk pulang, lelah namun hati sangat riang gembira.

Yups sampai ketemu dicerita berikutnya, kami akan ke Singapore Botanical Garden.


Salam
Ranselorange
Diah&Ivan




Read Users' Comments (1)komentar

Just Arrived at Lion Country

Haii Sahabat Ranselorange..

Kali ini saya akan berbagi cerita mengenai perjalanan kami ke negri Singa, yup Singapura adalah Negara yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan yang berasal dari Indonesia. Alasan mereka berkunjung ke Negeri yang berlambang Singa ini bermacam-macam, ada yang untuk shoping, berobat atau hanya untuk liburan saja.

Emmm,, selanjutnya akses menuju Singapura, bagi teman-teman yang berdomisili di Batam mungkin sudah tidak asing lagi bagaimana caranya untuk menuju Singapura. Cukup dengan menyebrang menggunakan kapal laut. Sedangkan untuk teman-teman yang berada diluar Pulau Batam bisa menggunakan Pesawat.

Bicara pesawat maka secara otomatis terbersit bahwa harga tiket akan melonjak. Jangan khawatir saat ini sangat banyak maskapai yang menawarkan harga promo. Kisaran harga untuk maskapai Low Budget Return sekitar 600rb-an. Maskapai lowbudget yang sering mengadakan promo Jakarta-Singapura adalah : Airasia,Tiger/Mandala Air, Jetstart dan masih banyaj lagi. 
 
Kami memilih penerbangan Jakarta-Singapura menggunakan maskapai Airasia, saat itu sedang promo sehingga kami mendapatkan harga 1juta return untuk dua orang.KEsan awal  tiba diterminal 1 Bandara Internasional di Singapura tertata rapih dan sangat kondusif, berbeda dengan Soekarno Hatta banyak calonya hehhe.

Gate Imigrasi

Konter Cek Imigrasi



Dan lebih nyaman llagi karna dibagian pengecekan dokumen (paspor) tidak antri sama sekali, hal ini dikarenakan smw petugas ada dan sangat cekatan dalam melayani. Saya sempat sedikit bertanya mengenai skytrain dan petugas pun sangat ramah menjelaskannya.

Keluar dari konter Imigrasi kami disambut dengan jajaran brosur yang berisi informasi mengenai Singapura dan gratis (sangat memperhatikan fasilitas untuk para pelancong). Dari bandara menuju kota atau tujuan masing-masing ada beberapa pilihan, seperti taxi, bis atau pun MRT (Kereta Api di Singapura). Ehmm karna alasan hemat kami memilih menggunakan MRT. Dari terminal 1 kami harus menuju skytrain. Skytrain ini merupakan kendaraan gratis yang disediakan Bandara untuk translit ke MRT ChangiAirport.
Siap menuju Skytrain





Skytrain ini sangat nyaman dan selalu ada 5 menit sekali. Setibanya kami di MRT ChangiAirport kami membeli kartu EZLink. Kartu ini yang akan kami gunakan untuk alat pembayaran transpotasi di Singapura. Bentuknya seperti ATM bisa diisi ulang. Setelah selesai membeli EZLink kami segera menunggu MRT.

Pintu masuk MRT
Ivan & Ranselorange
Ohya untuk teman-teman yang akanplesiran ke Singapura jangan khawatir untuk menggunakan MRT, karena MRT sangat mudah dimengerti dan sangat nyaman serta MRT ini sudah mencakup semua tujuan Wisata.

Map MRT

Map diatas bisa dijadikan modal menuju lokasi wisata, oh ya untuk informasi MRT yang dari ChangiAiport terakhir berhenti di stasiun Tanah Merah. Jika teman-teman tidak segera turun ditanah merah makan MRT akan kembali lagi menuju ChangiAirport (pengalaman pribadi nih) hehheheh.

Untuk penginapan kami mencari hotel didaerah Aljhuned alasannya, ehmm pas dapet diskon seharga 400ribuan permalam.

Karna kami datang sebelum pukul 12.00 maka jadwal check ini belum berlaku,sehingga kami hanya meletakkan Ransel diruangan yang sudah disediakan. Dan kami berniat mengisi bahan bakar alias makan siang. 

Mufiz Halalal Toyiban
Suatu keberuntungan karena didekat stasiun Aljhuned ada restoran yang berlebel Halal,pelayannya berasal dari India yang beragama Muslim. Pelayannya juga sangat ramah, 5 hari disingapura kami selalu mampi di Restoran ini setiap pagi dan restoran ini buka 24 jam. Disepanjang Aljuned juga banyak dijajkan aneka makanan ketika hari mulai sore
.
Selesai isi bahan bakar, kami langsung memulai perjalanan tujuan kami ke Bugis Street. Dengan mengunakan MRT kami menuju lokasi, tidak terlalu lama kami sudah tiba dilokasi tujuan.

Bugis Street

Bugis street ini salah satu tujuan untuk membeli souvenir khas Negri Singa ini, namun karna atas reverensi dari buku yang kami baca souvenir jauh lebih murah di china town so kami hanya jalan-jalan saja di Bugis Street. Tempat  ini hampir mirip mangga duanya jakarta.

Pukul 15.00 kami ingin melanjutkan jalan-jalan dan kami memutuskan untuk menuju Icon SIngapura yaitu Merlion Park. Tetap menggunakan MRT saya turun di stasiun Rafles Place dan keluar lewat Exit B. Berjalanlah ke arah gedung perkantoran, di belakang gedung perkantoran itu anda akan menemui sungai Singapore River. 

Fasilitas MRT di stasiun Rafles Place

Background Marinabaysand


Hotel Berbintang di depan merliom park

 Gedung Esplanade


Ranselorange @MerlionPark

Jika teman-teman beruntung ditepian sungai diarea Merlion Park ada gedung teater Esplanade yang biasanya mengadakan acara di waktu tertentu. Dan di samping sungai ini juga ada panggung yang setiap weekend menyuguhkan acara musik live dan gratis. Lebih asik lagi sambil duduk-duduk di tepian sungai yang sangat terawat ini kita menikmati es Krim uncle. Sebenarnya dinamalkan es krim uncle karena penjualnya semua adalah bapak-bapak. Rasanya sama seperti es krim di Indonesia namun dimakan menggunakan lembar roti tawar.




Read Users' Comments (2)